Friday, September 22, 2017

Dari masing-masing jenis pekerjaan , cara perhitungan volumenya berbeda tergantung bentuknya , memang rumus dasar yang digunakan tetap sama , yaitu rumus matematika , seperti luas , keliling dan volume . untuk volume satuan dihitung dengan buah atau unit yang terdiri dari rangkaian material yang sudah menjadi satu kesatuan . contohnya panel listrik , meja dapur dan meja cuci.

1.     Pekerjaan persiapan , galian dan urungan
a.       Pembersihan site atau lokasi tanah
Cara menghitung volume
V  = P X L
   
Contoh volume tanah
Panjang 20 meter
Lebar     8   meter
Maka volumenya
 V = P X L
    = 20 X 8
    = 160 m2
Jadi volumenya 160 m2

b.      Pengukuran dan pemasangan bouwplank

Cara menghitung volume untuk lokasi kosong

V = (P + 2 ) X 2 + (L + 2) X 2
  Contoh :
Panjang 20 meter
Lebar      8   meter
V = (P + 2 ) X 2 + (L + 2) X 2
   = ( 20 +2) X 2 + (8 +2 ) X 2
   = (22) X 2       + ( 10) X 2
   = 44 + 20
   =  64 m1
                 Cara menghitung volume untuk lokasi yang sekelilingya telah terbangun:
                 V = (P + L) X 2
                    = ( 20 + 8 ) X 2
                   = (28) X 2
                   = 56 m1
c.       Galian tanah pondasi
Pondasi berukuran tapak 80 cm lebar atas 30 cm dan tinggi 35 cm dan panjang 48 cm , cara menghitung volume pondasi bangunan adalah sebagai berikut :
 
            (a   +  b ) x h
V A =   ----------------------  X p
                    2
          ( 0,80 + 0, 30  m ) x 0,75  m
      =  ----------------------------       X 48
                         2
     = 32, 4 m3


Pondasi pagar berukuran lebar tapak 70 cm , lebar atas 30 cm , tinggi 60 cm dan panjang 38,5 cm .
                  (a+b ) x h
VB = ------------------------x p
                      2
             (0,70 + 0,30 ) + 0,60
     = -------------------------------- x 38,5
                        2
   = 21 , 56 m3

Jumlah total galian tanah pondasi

Vt   = VA + VB
       = 32, 4 m3 x 21,56 m3
       = 53,96 m3


Keterangan :

Vt  = volume tanah galian total
VA = volume pondasi bangunan
VB = volume pondasi pagar
a   = lebar galian ponadasi bagian bawah
b   = lebar galian pondasi bagian atas
h   = tinggi galian pondasi
p   = panjang galian pondasi



Dari masing-masing jenis pekerjaan , cara perhitungan volumenya berbeda tergantung bentuknya , memang rumus dasar yang digunakan tetap sama , yaitu rumus matematika , seperti luas , keliling dan volume . untuk volume satuan dihitung dengan buah atau unit yang terdiri dari rangkaian material yang sudah menjadi satu kesatuan . contohnya panel listrik , meja dapur dan meja cuci.
1.     Pekerjaan persiapan , galian dan urungan
a.       Pembersihan site atau lokasi tanah
Cara menghitung volume
V  = P X L
   
Contoh volume tanah
Panjang 20 meter
Lebar     8   meter
Maka volumenya
 V = P X L
    = 20 X 8
    = 160 m2
Jadi volumenya 160 m2

b.      Pengukuran dan pemasangan bouwplank

Cara menghitung volume untuk lokasi kosong

V = (P + 2 ) X 2 + (L + 2) X 2
  Contoh :
Panjang 20 meter
Lebar      8   meter
V = (P + 2 ) X 2 + (L + 2) X 2
   = ( 20 +2) X 2 + (8 +2 ) X 2
   = (22) X 2       + ( 10) X 2
   = 44 + 20
   =  64 m1
                 Cara menghitung volume untuk lokasi yang sekelilingya telah terbangun:
                 V = (P + L) X 2
                    = ( 20 + 8 ) X 2
                   = (28) X 2
                   = 56 m1
c.       Galian tanah pondasi
Pondasi berukuran tapak 80 cm lebar atas 30 cm dan tinggi 35 cm dan panjang 48 cm , cara menghitung volume pondasi bangunan adalah sebagai berikut :
 
            (a   +  b ) x h
V A =   ----------------------  X p
                    2
          ( 0,80 + 0, 30  m ) x 0,75  m
      =  ----------------------------       X 48
                         2
     = 32, 4 m3


Pondasi pagar berukuran lebar tapak 70 cm , lebar atas 30 cm , tinggi 60 cm dan panjang 38,5 cm .
                  (a+b ) x h
VB = ------------------------x p
                      2
             (0,70 + 0,30 ) + 0,60
     = -------------------------------- x 38,5
                        2
   = 21 , 56 m3

Jumlah total galian tanah pondasi

Vt   = VA + VB
       = 32, 4 m3 x 21,56 m3
       = 53,96 m3


Keterangan :
Vt  = volume tanah galian total
VA = volume pondasi bangunan
VB = volume pondasi pagar
a   = lebar galian ponadasi bagian bawah
b   = lebar galian pondasi bagian atas
h   = tinggi galian pondasi
p   = panjang galian pondasi



Dari masing-masing jenis pekerjaan , cara perhitungan volumenya berbeda tergantung bentuknya , memang rumus dasar yang digunakan tetap sama , yaitu rumus matematika , seperti luas , keliling dan volume . untuk volume satuan dihitung dengan buah atau unit yang terdiri dari rangkaian material yang sudah menjadi satu kesatuan . contohnya panel listrik , meja dapur dan meja cuci.
1.     Pekerjaan persiapan , galian dan urungan
a.       Pembersihan site atau lokasi tanah
Cara menghitung volume
V  = P X L
   
Contoh volume tanah
Panjang 20 meter
Lebar     8   meter
Maka volumenya
 V = P X L
    = 20 X 8
    = 160 m2
Jadi volumenya 160 m2

b.      Pengukuran dan pemasangan bouwplank

Cara menghitung volume untuk lokasi kosong

V = (P + 2 ) X 2 + (L + 2) X 2
  Contoh :
Panjang 20 meter
Lebar      8   meter
V = (P + 2 ) X 2 + (L + 2) X 2
   = ( 20 +2) X 2 + (8 +2 ) X 2
   = (22) X 2       + ( 10) X 2
   = 44 + 20
   =  64 m1
                 Cara menghitung volume untuk lokasi yang sekelilingya telah terbangun:
                 V = (P + L) X 2
                    = ( 20 + 8 ) X 2
                   = (28) X 2
                   = 56 m1
c.       Galian tanah pondasi
Pondasi berukuran tapak 80 cm lebar atas 30 cm dan tinggi 35 cm dan panjang 48 cm , cara menghitung volume pondasi bangunan adalah sebagai berikut :
 
            (a   +  b ) x h
V A =   ----------------------  X p
                    2
          ( 0,80 + 0, 30  m ) x 0,75  m
      =  ----------------------------       X 48
                         2
     = 32, 4 m3


Pondasi pagar berukuran lebar tapak 70 cm , lebar atas 30 cm , tinggi 60 cm dan panjang 38,5 cm .
                  (a+b ) x h
VB = ------------------------x p
                      2
             (0,70 + 0,30 ) + 0,60
     = -------------------------------- x 38,5
                        2
   = 21 , 56 m3

Jumlah total galian tanah pondasi

Vt   = VA + VB
       = 32, 4 m3 x 21,56 m3
       = 53,96 m3


Keterangan :
Vt  = volume tanah galian total
VA = volume pondasi bangunan
VB = volume pondasi pagar
a   = lebar galian ponadasi bagian bawah
b   = lebar galian pondasi bagian atas
h   = tinggi galian pondasi
p   = panjang galian pondasi



Thursday, September 21, 2017

MENGHITUNG VOLUME

                                                          MENGHITUNG VOLUME







Menghitung volume pekerjaan saat membangun rumah atau bangunan laiinnya , harus ada sarana dasar yaitu gambar .  sebenarnya dari gambar denah , tampak dan potongan dapat dihitung volume dan biaya total pembangunan yang diwujudkan dalam rencana anggaran biaya . dengan luas bangunan di kalikan harga satuan per meter persegi sudah diperoleh nilai global kebutuhan dana untuk membangun , harga satuan per meter persegi untuk pembangunan di masing-masing daerah berbeda tergantung  kondisi wilayah serta kekayaan hasil alam yang menyangkut material dasar . biasanya harga standar tersebut dikeuarkan oleh perintah daerah (pemda) melalui kantor dinas teknisnya .
 Telah disebutkan bahwa dalam menghitung volume minimal diperlukan gambar denah ,tampak dan potongan .
Ada beberapa cara untuk menghitung volume setiap jeis pekerjaan , cara penghitungan tersebut antara lain sebagai berikut :

1.   Penghitungan volume pekerjaan yang mempunyai luas dan ketebalan atau mempunyai penampang dan panjang satuan m3 (kubik) , contohnya pasangan batu kali , pasangan batu bata menggunakan satuan m2 (persegi)  serta kuda-kuda dan kusen
2.   Penghitungan volume pekerjaan yang hanya mempunyai luas dan ketebalan yang relative tipis menggunakan satuan m2 contohnya plesteran , pasangan keramik , pasangan plafond an pengecetan
3.   Penghitungan volume pekerjaan yang sifatnya dominan memanjang  menggunakan satuan m1 atau meter lari , contohnya lisplang , lis plafon , instalasi pipa atau kabel dan nok genteng .
4.   Penghitungan volume bahan-bahan satuan menggunakan satuan ukuran buah (bh) , contohnya lampu , sakelar lampu , stop kontak , kunci engsel , kloset , wastafel dan kran air .
5.   Penghitung volume bahan satuan yang terdiri dari beberapa komponen bahan yang dirakit menjadi satu menggunakan satuan unit , contohnya panel listrik dan meja dapur cuci.



A.        Survey lokasi

Pengenalan lokasi pekerjaan semakin detai akan semakin membantu dan berperan sangat besar dalam menghitung biaya , banyak faktor yang dapat memengaruhi biaya, baik iti menjadi mahal atau sebaliknya , beberapa hal yang diperlakukan dalam survey antara lain sebagai berikut :

1.  Lokasi bangunan apakah dipinggir jalan , masuk gang , di dalam kompleks atau lainnya.
2.  Jarak lokasi bangunan dengan jalan raya , apabila masuk gang dan jauh akan semakin meningkatkan cost , karena waktu tempuh yang diperlukan pekerja dalam mengangkat dan membawa material akan semakin lama.
3.  Material alam apakah ada atau perlu mendatangkan dari luar daerah , bahkan ada yang sampai luar pulau.
4.   Material pabrikan apakah tersedia di toko material sekitar lokasi atau mendatangkan dari   tempat lain.
5.   Kondisi tanah apakah daya dukungan bagus atau lembek
6.   Kontur tanah apakah rata , ber trap atau bahkan miring
7.   Kondisi cuaca harus diperhatikan karena akan berpengaruh pada jam efektif bekerja . potensi petir yang terjadi juga akan berpengaruh terhadap penangkal petir maupun pertahanan.
8.   Sarana bantu kerja seperti air apakah banyak ditemukan dilokasi kerja , demikian juga   keberadaan energy listrik , bahan bakar dan lain-lain.
9.   Kondisi social masyarakat setempat menyangkut jumlah hari libur dan jam kerja istirahat.
10. Kondisi alam sekitarnya , misalnya apakah masih ada binatang buas , binatang melata , atau hama perusak seperti rayap , jamur dan cacing
11.  Apakah ada kegiatan tradisional yang masih dilakukan masyarakat sekitar , termasuk pantangan menggunakan komponen bangunan tertentu misalnya penggunaan genteng tanah yang dihindari
12. Permasalahan aturan perundangan atau peraturan daerah yang harus diikuti , misalnya jarak GSB,GSS,GSI atau bahkan kondisi bentuk bangunan , bentuk atap , material pelapis dinding , resapan ,septictank dan lain-lain.

Dari daftar permasalahan diatas diperlukan solusi , antisipasi , atau bahkan penanggulangan , baik secara sesat maupun jangka panjang.

B.        Membaca gambar

Kebutuhan minimal gambar adalah untuk kelengkapan administrasi dalam pengurusan IMB , antara lain terdiri atas gambar lokasi , gambar denah , gambar tampak , gambar potongan dan gambar kontruksi (apabila bertingkat) yang masing – masing dapat diuraikan ;

1.Gambar denah


  Keinginan yang dibayangkan untuk tata ruangan dibuat dalam bentuk gambar denah. Pada gambar denah dibuat seolah-olah rumah dilihat dari atas sehingga akan tampak letak ruang A , ruang B , pintu masuk ataupun pintu keluar. Gambar denah rumah dibuat dalam skala 1:100 artinya setiap ukuran 1 meter bangunan dibuat pada gambar denah diatas kertas dengan ukuran 1 cm . pada gambar denah rumah tertera nama ruang , letak pintu , jendela ,bovenlight dan ukuran masing-masing ruang.

                Pada gambar perlu dicantumkan ketinggian elevasi lantai (tinggi – rendah lantai yang                       diinginkan ) .ketinggian elevasi ini pada  gambar denah ditulis dengan tanda +- 0,00 . apabila               suatu ruang pada denah diberi tanda + 0,00 maka lantai ruangan tersebut merupakan awal                   pengukuran ketinggian. Apabila ruang lai akan dibuat lebih tinggi atau lebih rendah maka                   tanda (+) plus (-) minus . sebagi contoh ruang tamu diberi ketinggian + 0,00 apabila kamar                   mandi akan dibuat lebih rendah 10 cm dari ruang tamu maka penulisannya adalah – 10 pada               gambar untuk KM/WC , sementara bila dapur yang akan dibuat lebih tinggi 20 cm dari                         ruang   tamu maka pada gambar denah untuk didapur ditulis +20.

               Ukuran lain yang ada pada denah adalah ukuran panjang . ukuran ini tidak diletakan pada                   bagian dalam gambar denah , melainkan di luar gambar . enulisan ukuran panjang ini harus                 dioerhatikan karena dapat membuat kesalahan pembacaan . umunya sebagai penanda adalah               garis lurus dengan pemberian batas – batas sesuai ukuran yang dimaksud.. agar lebih jelas ,                 angka ukuran panjangnya diletakan tepat ditengah – tengah garis tersebut.
                 Gambar denah yang dibuat bukan saja hanya untuk keseluruhan bangunan rumah ,                           melainkan juga dapat dibuat untuk setiap bagian atau elemen bengunan. Memang gambar –                 gambar ini tidak harus disiapkan , namun untuk tujuan kemudahan dalam pelaksanaan                         pekerjaan pembangunan rumah nantinya, sebaiknya gambar-gambar denah antara lain atap                   ,pondasi , pembesian kolom , balokdan sebagianya. Dari gambar denah rumah dapat dihitung               antara lain:

                     - Volume galian tanah ( diukur panjangnya)
                     - Volume pondasi pasangan batu belah (diukur panjangnya)
                     - Volume sloof beton (diukur panjangnya)
                     - Volume kolom beton atau tiang kayu (dihitung jumlahnya)
                     - Volume pasangan bata (dihitung panjangnya)
f.                  - Jumlah pintu , jendela , angin-angin dan aksesorisnya
                    - Luas lantai dan plafon
                    - Jumlah peralatan sanitari (kloset , wastafel , bak kamar mandi , kran dan lain-lain)

        2. Gambar tampak




Gambar tampak adalh gambar mengenai tampak rumah yang diharapkan setelah dibangun bisa dilihat dari depan , dari samping dan dari belakang . selain itu ,denah pun dapat dibuat untuk recana pasangan dinding sehingga akan tampak jelas teknis pemasangannya . dengan gambar tampak akan terlihat jelas bentuk pintu , bentuk jendela , bentuk atap , ketinggian bangunan , posisi angin-angin(roster) dan lain-lain.
Seperti halnya gambar denah , gambar tampak pun dibuat dengan skala 1:100 , adanya skala pada gambar akan dapat dihitung ketiggian bangunan , luas bidang dinding , luas bidang plesteran , luas bidang pengecatan , pajang lisplang, nok genteng, luas atap , luas jendel , luas pintu , jumlah pintu dan jendela dan lain-lain. Untuk pengecatan dinding plesteran , luas bidangnya harus dikurangi dengan luas bidang pintu , luas bidang jendela dan luas angin-angin (roster)

3. Gambar potongan



  Gambar potongan menggambarkan bangunan berdiri atau dilihat seolah-olah dipotong sesuai   dengan ketinggian . tujuan gambar ini agar dapat tergambarkan bagian dalam bangunanan yang   tidak   dapat dilihat  dari tampak luar . gambar potongan ini dapat memperlihatkan ketinggian     bangunan , bentuk atap , kusen , jendela dan lain-lain. Dengan gambar potongan bangunan tersebut   akan dapat dihitung :
1      - Luas dinding bagian dalam , ermasuk plesteran dan cat
2      -  Luas dan macam pintu seta jendela
3      -  Panjang kebutuhan kayu kuda-kuda
4      -  Ketinggian bangunan
5      - Dan lain sebagainya

4 . Gambar kontruksi


 Ganbar kontruksi merupaka gambar pekerjaan kontruksi , diantaranya kontruksi beton , kontruksi kayu , kontruksi baja , kontruksi atap dan lain-lain. Gambar kontruksi ini pun berskala 1:100 dengan detail lebih besar , yaitu 1:10 atau 1:20. Adanya gambar kontruksi ini akan dapat dihitung jumlah jenis kuda-kuda , ukuran dan jumlah beton kolom , ukuran dan jumlah beton sloov , ukuran dan jumlah beton ringbalk dan sebagainya.

5.  Gambar detail


Gambar yang dibuat dengan skala 1:10 atau 1:20 , yang tujuannya untuk menunjukan lebih jelas tentang hal-hal yang perlu ditonjolkan atau difokuskan agar tidak salah pengerjaannya

6.  Gambar instalasi listrik






Gambar instalasi listrik menggambarkan jaringan kabel – kabel listrik atau jaringan pipa listrik pada bangunan berikut pembagian groupnya. Dengan adanya gambar instalasi listrik dapat dihitung jumlah dan jenis saklar , jumlah stop kontak , panjang kabel , jumlah fiting lampu dan sebagainya.

7.   Gambar instalasi pipa air

Gambar instalasi pipa air menggambarkan jaringan pipa air bersih maupun pipa air kotor berikut pembagan groupnya. Dari gambar denah perpipaan tersebut dapat dihitung panjang pipa untuk air bersih ,panjang pipa untuk air kotor , ukuran pipa air bersih dan air kotor , jumah sambungan pipa berbentuk L dan T , jumlah dan ukuran kran air , serta jumlah lem pipa.

8.        Gambar alat-alat sanitair

Menggambarkan bentuk atau model semua peralatan sanitair yang digunakan untuk pembuatan rumah. Adanya gambar alat-alat sanitair ini diharapkan tidak akan terjadi kesalahan penyiapan alat sanitair . termasuk dalam alat-alat sanitair ini antara lain bak mandi,kloset , urinoir , kran air , kitchen zink , septictank ,wastafel dan sebagainya 

SEPUTAR PERENCANAAN




Proses membangun sebuah bangunan rumah menggunakan langkah - langkah yang sudah ditentukan, misalnya pekerjaan perencanaan , pekerjaan pelelangan dan pekerjaan pelaksanaan pembangunan . Untuk pekerjaan perencanaan dilakukan pada awal sebelum membngun rumah . dengan perencanaan maka sebuah rumah akan dapat diselesaikan pengerjaannya tanpa adanya hambatan dikemudian hari.
 Ketika seorang memiliki sebidang tanah berukuran pajang , lebar atau luas tertentu untuk dibuat rumah tinggal , yang dipikirkan selanjutnya adalah jumlah kamar , letak tata ruang ,dan sebagainya.
untuk mewujudkan keinginan tersebut , seseorang akan membuat gambar rencana . gambar rencana tersebut mutlak diperlukan karena berkaitan dengan persyaratan adninistrasi dalam pengurusan IMB.
setelah selesai dengan perencanaan kegiata selanjutnya adalah pekerjaan pelelangan , Namun pekerjaan ini tidak harus dilakukan , terlebih untuk rumah yang dibangun sendiri  yang tidak diborongkan ke pihak lain . apabila rumah dibangun sendiri , proses selanjutnyaadalh pelaksanaan pembangunan.
  Mimpi seseorang jika ingin mewujudkan bentuk dan ukuran rumah yang direalisasikan dalam perencanaan . sebagai langkah awal dari perwujudan mimpi yang digoreskan di atas kertas menjadi gambar perencanaan merupakan dokumen penting yang akan menjadi pedoman perizinan  , pelaksanaan pekerjaan , atau dasar dari kontak kerja bila diborongkan . berikut langkah-langkah perencanaan tersebut :




A. perencanaan yang berkaitan dengan tanah 






  
  Pekerjaan yang diperlukan berkaitan dengan tanah pada tahap perencanaan adalah pengukuran , penentuan kontur tanah (tinggi rendahnya), dan pengujian kekuatan tanah . semua pekerjaan yang berkaitan dengan tanah memegang peranan penting . ini disebabkan sebuah bangunan rumah akan didirikan pada tanah tersebut. Apabila pengukuran , misalnya tidak dilakukan maka bangunan akan tidak sesuai keinginan , selain itu tanah yang tidak diuju kekuatannya akan sulit ditentukan jenis pondasi yang akan digunakan .
  Pengukuran dilakukan untuk menentukan luas lahan yang ada , panjang dan lebar lahan harus diukur dengan cermat , sementara kontur tanah perlu diperhatikan.dengan mengetahui kontur tanah maka akan dapat di tentukan apakah harus dilakukan perataan lahan atau tidak , untuk lahan yang sudah rata , penentuan kontur tidak perlu lagi dilakukan. 
 kegiatan lain yang menyangkut perencanaan tanah adalah pengujian kekuatan tanah. pengujian ini memang harus dilakukan bila tanah tersebut akan dilakukan oleh ahli tanah . biasanya pengujian dilakukan dengan alat berupa sondir atau boring . kedua alat ini berupa bor tanah . pengujian tanah yang tidak dalam dapat menggunakan sondir sedangkan tanah yang dalam menggunakan boring.










B. Perencanaan yang berkaitan dengan gambar

    Satu hal yang sangat penting dalam perencanaan membangun rumah adalah tersedia gambar . untuk perencanaan , gambar-gambar yang mutlak diperlukan minimal berupa gambar tampak depan , dengan kata lain meniru model rumah orang lain. Atau gambar potongan serta gambar denah dan lokasi tanah . gambar – gambar tersebut diperlukan dalam pengurusan IMB (izin mendirikan bangunan).selain gambar tersebut , diperlukan gambar detail , gambar konstruksi ,gambar instalasi listrik ,gambar sanitari dan gambar pipa air.





C. Perencanaan yang berkaitan dengan RAB


Dalam ilmu teknik bangunan , biasanya penghitungan kebutuhan bahan bangunan menggunakan analisis pekerjaan yang terdiri dari kebutuhan bahan bangunan dan upah pekerjaan (tukang dan kernet) . setelah diperoleh harga satuan pekerjaan , disusunlah RAB (rencana anggaran biaya) atau RAP (rencana anggaran pelaksanaan ). 







FUNGSI RAB DALAM PENJADWALAN WAKTU
Satu hal yang penting juga sangat berperan dalan perencanaan pembangunan rumah adalah pembuatan time schedule atau penjadwalan waktu pekerjaan , penjadwalan ini dibuat dalam bentuk table pekerjaan dengan waktu yang diharapkan agar jenis pekerjaan tersebut selesai dilaksanakan . dengan adanya penjadwalan pekerjaan diharapkan pembangunan rumah akan terselesaikan tepat waktu . penjadwalan ini sangat penting karena erat kaitannya dengan pembiayaan , semakin lama penyelesaiaan suatu pekerjaan maka akan semakin maha biaya penyelesaian suatu rumah tersebut.
 Memang penetapan waktu penyelesaian pekerjaan tidak dilakukan sembarangan , tetapi perlu perhitungan yang cermat dan matang . jumlah waktu yang diperoleh dari nilai bobot masing-masing pekerjaan . sementara bobot dari masing-masing pekerjaan diperoleh dari perkalan antara volume pekerjaan dengan harga dibagi dengan jumlah total biaya , lalu dikalikan 100%.
 System penjadwalan waktu yang paling mudah adalah menggunakan “kurva S”.  kurva S merupakan salah satu bentuk dari rencana kerja yang dibentuk oleh garis yang menghubungkan titik – titik gambar sehingga berbentuk huruf ‘S’ . namun sekarang telah banyak progam yang digunakan untuk progam time schedule. Bobot dari masing-masing biaya juga bisa digunakan untuk menghitung cash flow mingguan  

Friday, September 15, 2017

SEPUTAR ANGGARAN BIAYA





Menghitung anggaran biaya pada intinya dengan dua cara , yaitu menghitung luas bangunan dikalikan dengan harga satuan barang dan menghitung volume dikalikan dengan harga satuan pekerjaan yang didapat dari analisis pekerjaan, harga satuan pekerjaan awalnya dikeluarkan oleh departemen pekerjaan umum , walaupun dikeluarkan secara nnasional , tetapi masing - masing daerah memilikinya . namum sekarang harga satuan pekerjaan tersebut dikeluarkan oleh masing - masing pemerintah daerah atau terdapat juga didalam jurnal yang dikeluarkan setahun dua kali .
 Ilmu dasar menghitung anggaran biaya adalah ilmu matamatika dengan menggunakan rumus - rumus atau volume dan kecermatan menggunakan gambar atau kemampuan menganalisis konsep itu dibuat sketksa gambar , lalu diberi ukuran . bidang - bidang yang telah ada ukurannya akan memudahkan penghitungan luas penampang atau volume pekerjaan . cara menghitung volume setiap jenis pekerjaan akan diuraikan pada masing-masing pekerjaan .
 Setelah ditentukan material apa yang digunakan untuk jenis pekerjaan dan telah didapat harga satuan dari memasukan komponen biaya ke analisis pekerjaan maka langkah berikut adalah memasukan item tadi ke tabel atau daftar untuk mendapatkan jumlah total pekerjaan yang disebut dengan rencana anggaran biaya (RAB).

 Tulisan diatas mungkin sangat sulit dicerna maka saya buatkan contohnya :
Misal mau membuat dinding dengan batu bata ,



- Harga bata Rp 1.200 dengan jumlah 10.000 buah , maka dapat di temukan dengan harga                       Rp  12.000.000 juta
- Harga pasir 4 dum truck dengan harga 1 dum truck Rp 800.000
   maka dapat ditemukan Rp 3.200.000 .
- Semen dibutuhkan 50 sak semen dengan harga per sak Rp 60.000 maka hasilnya Rp 3.000.000 juta ,
- Tenaga Tukang Rp 120.000 , digarap 5 orang dan diselesaikan 20 hari maka menghabiskan
   Rp 12.000.000 juta
- Pembantu tukang Rp 90.000 digarap 4 orang, dikalikan 20 hari maka hasilnya Rp. 7.200.000 juta

dengan uraian diatas maka dapat di peroleh

 Harga bata 10.000.000 buah   = Rp 12.000.000
 Harga pasir  4 dum truck        = Rp   3.200.000
 Harga semen  50 sak               = Rp  3.000.000
 Biaya tukang 5 orang              = Rp 12.000.000
 Biaya kernet  4 orang              = Rp   7.200.000
                                                                            +
                                                     Rp 37.400.000


NOTE : BIAYA DIATAS BELUM MENGHITUNG BEI /SCAPOLDING , EMBER , BESI ,                            LEMPENG , DAN BESI .



Ada delapan  hal pokok yang perlu diperhatikan dalam menghitung biaya antara lain sebagai berikut:

1. meghitung material atau bahan , yaitu berkaitan dengan  perhitungan banyaknya material yang           dipakai termasuk harganya
2.menghitung biaya pekerja , yaitu berkaitan dengan lamanya bekerja para tukang dan kernet dalam       menyelesaikan suatu jenis pekerjaan dalam suatu waktu dan biaya yang digunakan
3.menghitung peralatan , yaitu menghitung jenis , banyaknya , lamanya pemakaian dan biayanya
4.menghitung overhead , yaitu menghitung biaya -biaya tidak terduga yang perlu diantisipasi , baik       berkaitan dengan cuaca atau masalah monoter
5.menghitug besarnya pajak (tax) , meskipun besarnya telah ditentukan dengan peraturan , tetapi ada     celah untuk resitusi pajak sehingga bisa untuk pertimbangan mengurangi biaya total penawaran           apabila  melakukan tender atau pelelangan.
6. menghitung biaya tak terduga , besarnya biaya tidak bisa diseragamkan . biaya ini tergantung pada      kelihaian dan kondsi daerah yang berbeda-beda . misalkan berapa besar biaya kordinasi keamanan      tentu akan bisa dihitung secara pasti.
7. menghitung biaya perizinan . ada beberapa biaya perizinan yang perlu diperhatikan dalam                    menghitung biaya . namun dari komponen perizinan yang berbeda - beda disetiap daerah demikian      juga nilai restribusi , seperti IMB , izin prinsip , izin lokasi , izin site plan , dan lain sebagainya.
8. untuk estimasi jasa kontraktor ditambahkan satu faktor , yaitu faktor profit atau keuntungan ,              tetapi tidak untuk pekerjaan yang dikerjakan sendiri.

semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi para pembaca , semoga anda bisa lebih teliti dalam rencana membangun rumah , ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang disebarkan .




Thursday, August 17, 2017

MEMILIH BAHAN UNTUK KUSEN DAN DAUN PINTU

Kusen sangat di butuhkan dalam rumah karena berfungsi sebangai penghubung antar ruangan , jadi sebagai jalan masuk antara ruangan yang satu ke ruangan yang lain , bisa juga sebagai jalan masuk untuk menuju ruangan tertentu.
coba seandainnya rumah tanpa pintu hhhhhhmmmmm ...mungkin jadinya spitank .
juga daun pintu yang berfungsi sebagai penutup yang di buka secara dinamis , sesuai kebutuhan yaitu ketika mau mau rumah juga untuk keluar rumah. 
selain berfungsi sebagai jalan masuk biasa juga di tambahkan berbagai pengaman seperti teralis besi , terkadang banyak orang yang jahil sehinnga bia di beri teralis membuat aman , katanya sih . 
tapi kalau menurut saya biar aman yang jangan bikin rumah mewah - mewah , jangan kaya -kaya jadi maling malas masuk ke rumah anda ... 







Dari sekian banyak kusen dan daun pintu saya akan jelaskan kelebihan dan kekurangan dari bahan - bahan tersebut .

1. KUSEN KAYU .
  kekayaan hutan kita yang berlimbah membuat potensi untuk para tukang dahulu untuk membuat kusen dari kayu . memiliki bahan yang alami dan ramah lingkungan  . memiliki unsur seni yang tinggi. memiliki kualitas yang bisa apabila memakai kayu yang tua , tetapi sangat mudah terbakar karena memiliki unsur kayu. 

 

untuk kayu yang berkualitas harus merogoh kocek yang tinggi , apalagi kalau memimilih model yang elegan seperti model kupu tarung yang setengah lingkaran . karena harus membuat kayu jadi setengah lingkaran . 
 untuk membuat dengan kualitas yang sederhana dengan bahan yang biasa banyak penyedia kusen jenis ini di material atau workshop kusen kayu.  tapi dengan kekurangan cepat kena rayap atau lainnya .

2. KUSEN ALUMUNIUM . 
  
 bekembang zaman berkembang pula di ranah rumah , yang memakai barang material yang modern yaitu kusen alumunium . memiliki kadar alumunium yang tinggi sehingga disebut kusen alumunium yang mempunyai kelebihan tahan karat , minimalis dan modern . 
tapi memiliki kekurangan ketika ingin memakai kusen jenis ini harus ada cor'an / slup diatas kusen alumunium sebagai penahan tekanan batu batu . karena kusen alumunium tidak memiliki kekerasaan,jadi tidak seperti kusen kayu yang memiliki kekerasaan yang bagus , biasanya di pasang ketika tembok sudah di plester atau di lepah . karena apabila di pasang ketika memasang bata akan susah . material jenis ini sudah coating / cat jadi anda tidak usah mengecatnya.



3.KUSEN BESI . 

kusen jenis ini terbuat dari besi kotak dengan ukuran sesuai keinginan biasanya di buat untuk area sekolahan , gudang  dan lainnya , memiliki ketahanan yang sangat bagus . biasanya di buat di tukang las karena sebagai menggunakan media las sebagai penyambung . sangat tidak pas apabila di pasang di permahan minimalis , 
 untuk pengecatan warna dapat di pilih sesuai keinginan anda , tahan pengecatan bisa menggunakan kuas atau spray .



4. KUSEN BETON 

 untuk bahan jenis ini adalah media percampuran antara coral , pasir , seman serta cairan penguat . yang di cetak menggunakan cetakan kusen , cetakan biasanya menggunakan plat besi . 
untuk jenis ini belum familiar karena boleh dikatakan kusen beton baru - baru ini diciptakan . mungkin melihat jalan raya yang banyak di cor beton jadi terisnpirasi wkwkwkwkwkw. 
untuk jenis perlu tahapan pengacian agar mendapakan kusen yang halus serta rapi . 
 sangat memiliki kekerasan yang baik serta ketahanan terhadap api membuat saya menganjurkan kusen jenis ini.