MENGHITUNG VOLUME
Menghitung
volume pekerjaan saat membangun rumah atau bangunan laiinnya , harus ada sarana
dasar yaitu gambar . sebenarnya dari
gambar denah , tampak dan potongan dapat dihitung volume dan biaya total
pembangunan yang diwujudkan dalam rencana anggaran biaya . dengan luas bangunan
di kalikan harga satuan per meter persegi sudah diperoleh nilai global
kebutuhan dana untuk membangun , harga satuan per meter persegi untuk
pembangunan di masing-masing daerah berbeda tergantung kondisi wilayah serta kekayaan hasil alam
yang menyangkut material dasar . biasanya harga standar tersebut dikeuarkan
oleh perintah daerah (pemda) melalui kantor dinas teknisnya .
Telah disebutkan bahwa dalam menghitung volume
minimal diperlukan gambar denah ,tampak dan potongan .
Ada beberapa
cara untuk menghitung volume setiap jeis pekerjaan , cara penghitungan tersebut
antara lain sebagai berikut :
1. Penghitungan
volume pekerjaan yang mempunyai luas dan ketebalan atau mempunyai penampang dan
panjang satuan m3 (kubik) , contohnya pasangan batu kali , pasangan batu bata
menggunakan satuan m2 (persegi) serta
kuda-kuda dan kusen
2. Penghitungan
volume pekerjaan yang hanya mempunyai luas dan ketebalan yang relative tipis
menggunakan satuan m2 contohnya plesteran , pasangan keramik , pasangan plafond
an pengecetan
3. Penghitungan
volume pekerjaan yang sifatnya dominan memanjang menggunakan satuan m1 atau meter lari ,
contohnya lisplang , lis plafon , instalasi pipa atau kabel dan nok genteng .
4. Penghitungan
volume bahan-bahan satuan menggunakan satuan ukuran buah (bh) , contohnya lampu
, sakelar lampu , stop kontak , kunci engsel , kloset , wastafel dan kran air .
5. Penghitung
volume bahan satuan yang terdiri dari beberapa komponen bahan yang dirakit
menjadi satu menggunakan satuan unit , contohnya panel listrik dan meja dapur
cuci.
A.
Survey
lokasi
Pengenalan lokasi
pekerjaan semakin detai akan semakin membantu dan berperan sangat besar dalam
menghitung biaya , banyak faktor yang dapat memengaruhi biaya, baik iti menjadi
mahal atau sebaliknya , beberapa hal yang diperlakukan dalam survey antara lain
sebagai berikut :
1. Lokasi
bangunan apakah dipinggir jalan , masuk gang , di dalam kompleks atau lainnya.
2. Jarak
lokasi bangunan dengan jalan raya , apabila masuk gang dan jauh akan semakin
meningkatkan cost , karena waktu tempuh yang diperlukan pekerja dalam
mengangkat dan membawa material akan semakin lama.
3. Material
alam apakah ada atau perlu mendatangkan dari luar daerah , bahkan ada yang
sampai luar pulau.
4. Material
pabrikan apakah tersedia di toko material sekitar lokasi atau mendatangkan dari tempat lain.
5. Kondisi
tanah apakah daya dukungan bagus atau lembek
6. Kontur
tanah apakah rata , ber trap atau bahkan miring
7. Kondisi
cuaca harus diperhatikan karena akan berpengaruh pada jam efektif bekerja .
potensi petir yang terjadi juga akan berpengaruh terhadap penangkal petir
maupun pertahanan.
8. Sarana
bantu kerja seperti air apakah banyak ditemukan dilokasi kerja , demikian juga keberadaan energy listrik , bahan bakar dan lain-lain.
9. Kondisi
social masyarakat setempat menyangkut jumlah hari libur dan jam kerja
istirahat.
10. Kondisi alam sekitarnya , misalnya
apakah masih ada binatang buas , binatang melata , atau hama perusak seperti
rayap , jamur dan cacing
11. Apakah ada kegiatan tradisional yang
masih dilakukan masyarakat sekitar , termasuk pantangan menggunakan komponen
bangunan tertentu misalnya penggunaan genteng tanah yang dihindari
12. Permasalahan aturan perundangan atau peraturan
daerah yang harus diikuti , misalnya jarak GSB,GSS,GSI atau bahkan kondisi
bentuk bangunan , bentuk atap , material pelapis dinding , resapan ,septictank
dan lain-lain.
Dari daftar permasalahan diatas diperlukan solusi ,
antisipasi , atau bahkan penanggulangan , baik secara sesat maupun jangka
panjang.
B.
Membaca
gambar
Kebutuhan minimal gambar adalah untuk kelengkapan
administrasi dalam pengurusan IMB , antara lain terdiri atas gambar lokasi ,
gambar denah , gambar tampak , gambar potongan dan gambar kontruksi (apabila
bertingkat) yang masing – masing dapat diuraikan ;
1.Gambar denah
Keinginan yang
dibayangkan untuk tata ruangan dibuat dalam bentuk gambar denah. Pada gambar
denah dibuat seolah-olah rumah dilihat dari atas sehingga akan tampak letak
ruang A , ruang B , pintu masuk ataupun pintu keluar. Gambar denah rumah dibuat
dalam skala 1:100 artinya setiap ukuran 1 meter bangunan dibuat pada gambar
denah diatas kertas dengan ukuran 1 cm . pada gambar denah rumah tertera nama
ruang , letak pintu , jendela ,bovenlight dan ukuran masing-masing ruang.
Pada gambar perlu
dicantumkan ketinggian elevasi lantai (tinggi – rendah lantai yang diinginkan )
.ketinggian elevasi ini pada gambar denah
ditulis dengan tanda +- 0,00 . apabila suatu ruang pada denah diberi tanda +
0,00 maka lantai ruangan tersebut merupakan awal pengukuran ketinggian. Apabila
ruang lai akan dibuat lebih tinggi atau lebih rendah maka tanda (+) plus (-)
minus . sebagi contoh ruang tamu diberi ketinggian + 0,00 apabila kamar mandi
akan dibuat lebih rendah 10 cm dari ruang tamu maka penulisannya adalah – 10
pada gambar untuk KM/WC , sementara bila dapur yang akan dibuat lebih tinggi 20
cm dari ruang tamu maka pada gambar denah untuk didapur ditulis +20.
Ukuran lain yang ada pada denah adalah ukuran
panjang . ukuran ini tidak diletakan pada bagian dalam gambar denah , melainkan
di luar gambar . enulisan ukuran panjang ini harus dioerhatikan karena dapat
membuat kesalahan pembacaan . umunya sebagai penanda adalah garis lurus dengan
pemberian batas – batas sesuai ukuran yang dimaksud.. agar lebih jelas , angka
ukuran panjangnya diletakan tepat ditengah – tengah garis tersebut.
Gambar denah yang dibuat bukan saja hanya
untuk keseluruhan bangunan rumah , melainkan juga dapat dibuat untuk setiap
bagian atau elemen bengunan. Memang gambar – gambar ini tidak harus disiapkan ,
namun untuk tujuan kemudahan dalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan rumah
nantinya, sebaiknya gambar-gambar denah antara lain atap ,pondasi , pembesian
kolom , balokdan sebagianya. Dari gambar denah rumah dapat dihitung antara
lain:
- Volume
galian tanah ( diukur panjangnya)
- Volume
pondasi pasangan batu belah (diukur panjangnya)
- Volume
sloof beton (diukur panjangnya)
- Volume
kolom beton atau tiang kayu (dihitung jumlahnya)
- Volume
pasangan bata (dihitung panjangnya)
f. - Jumlah
pintu , jendela , angin-angin dan aksesorisnya
- Luas
lantai dan plafon
- Jumlah
peralatan sanitari (kloset , wastafel , bak kamar mandi , kran dan lain-lain)
Gambar tampak
adalh gambar mengenai tampak rumah yang diharapkan setelah dibangun bisa
dilihat dari depan , dari samping dan dari belakang . selain itu ,denah pun
dapat dibuat untuk recana pasangan dinding sehingga akan tampak jelas teknis
pemasangannya . dengan gambar tampak akan terlihat jelas bentuk pintu , bentuk
jendela , bentuk atap , ketinggian bangunan , posisi angin-angin(roster) dan
lain-lain.
Seperti
halnya gambar denah , gambar tampak pun dibuat dengan skala 1:100 , adanya
skala pada gambar akan dapat dihitung ketiggian bangunan , luas bidang dinding
, luas bidang plesteran , luas bidang pengecatan , pajang lisplang, nok
genteng, luas atap , luas jendel , luas pintu , jumlah pintu dan jendela dan
lain-lain. Untuk pengecatan dinding plesteran , luas bidangnya harus dikurangi
dengan luas bidang pintu , luas bidang jendela dan luas angin-angin (roster)
3. Gambar
potongan
Gambar potongan menggambarkan bangunan
berdiri atau dilihat seolah-olah dipotong sesuai dengan ketinggian . tujuan
gambar ini agar dapat tergambarkan bagian dalam bangunanan yang tidak dapat
dilihat dari tampak luar . gambar
potongan ini dapat memperlihatkan ketinggian bangunan , bentuk atap , kusen ,
jendela dan lain-lain. Dengan gambar potongan bangunan tersebut akan dapat
dihitung :
1 - Luas
dinding bagian dalam , ermasuk plesteran dan cat
2 - Luas
dan macam pintu seta jendela
3 - Panjang
kebutuhan kayu kuda-kuda
4 - Ketinggian
bangunan
5 - Dan
lain sebagainya
4 . Gambar
kontruksi
Ganbar kontruksi merupaka gambar pekerjaan
kontruksi , diantaranya kontruksi beton , kontruksi kayu , kontruksi baja ,
kontruksi atap dan lain-lain. Gambar kontruksi ini pun berskala 1:100 dengan
detail lebih besar , yaitu 1:10 atau 1:20. Adanya gambar kontruksi ini akan
dapat dihitung jumlah jenis kuda-kuda , ukuran dan jumlah beton kolom , ukuran
dan jumlah beton sloov , ukuran dan jumlah beton ringbalk dan sebagainya.
Gambar yang dibuat dengan
skala 1:10 atau 1:20 , yang tujuannya untuk menunjukan lebih jelas tentang
hal-hal yang perlu ditonjolkan atau difokuskan agar tidak salah pengerjaannya
6. Gambar
instalasi listrik
Gambar instalasi listrik
menggambarkan jaringan kabel – kabel listrik atau jaringan pipa listrik pada
bangunan berikut pembagian groupnya. Dengan adanya gambar instalasi listrik
dapat dihitung jumlah dan jenis saklar , jumlah stop kontak , panjang kabel ,
jumlah fiting lampu dan sebagainya.
7. Gambar
instalasi pipa air
Gambar instalasi pipa air
menggambarkan jaringan pipa air bersih maupun pipa air kotor berikut pembagan
groupnya. Dari gambar denah perpipaan tersebut dapat dihitung panjang pipa
untuk air bersih ,panjang pipa untuk air kotor , ukuran pipa air bersih dan air
kotor , jumah sambungan pipa berbentuk L dan T , jumlah dan ukuran kran air ,
serta jumlah lem pipa.
8.
Gambar
alat-alat sanitair
Menggambarkan bentuk atau model semua
peralatan sanitair yang digunakan untuk pembuatan rumah. Adanya gambar
alat-alat sanitair ini diharapkan tidak akan terjadi kesalahan penyiapan alat
sanitair . termasuk dalam alat-alat sanitair ini antara lain bak mandi,kloset ,
urinoir , kran air , kitchen zink , septictank ,wastafel dan sebagainya