Thursday, September 21, 2017

MENGHITUNG VOLUME

                                                          MENGHITUNG VOLUME







Menghitung volume pekerjaan saat membangun rumah atau bangunan laiinnya , harus ada sarana dasar yaitu gambar .  sebenarnya dari gambar denah , tampak dan potongan dapat dihitung volume dan biaya total pembangunan yang diwujudkan dalam rencana anggaran biaya . dengan luas bangunan di kalikan harga satuan per meter persegi sudah diperoleh nilai global kebutuhan dana untuk membangun , harga satuan per meter persegi untuk pembangunan di masing-masing daerah berbeda tergantung  kondisi wilayah serta kekayaan hasil alam yang menyangkut material dasar . biasanya harga standar tersebut dikeuarkan oleh perintah daerah (pemda) melalui kantor dinas teknisnya .
 Telah disebutkan bahwa dalam menghitung volume minimal diperlukan gambar denah ,tampak dan potongan .
Ada beberapa cara untuk menghitung volume setiap jeis pekerjaan , cara penghitungan tersebut antara lain sebagai berikut :

1.   Penghitungan volume pekerjaan yang mempunyai luas dan ketebalan atau mempunyai penampang dan panjang satuan m3 (kubik) , contohnya pasangan batu kali , pasangan batu bata menggunakan satuan m2 (persegi)  serta kuda-kuda dan kusen
2.   Penghitungan volume pekerjaan yang hanya mempunyai luas dan ketebalan yang relative tipis menggunakan satuan m2 contohnya plesteran , pasangan keramik , pasangan plafond an pengecetan
3.   Penghitungan volume pekerjaan yang sifatnya dominan memanjang  menggunakan satuan m1 atau meter lari , contohnya lisplang , lis plafon , instalasi pipa atau kabel dan nok genteng .
4.   Penghitungan volume bahan-bahan satuan menggunakan satuan ukuran buah (bh) , contohnya lampu , sakelar lampu , stop kontak , kunci engsel , kloset , wastafel dan kran air .
5.   Penghitung volume bahan satuan yang terdiri dari beberapa komponen bahan yang dirakit menjadi satu menggunakan satuan unit , contohnya panel listrik dan meja dapur cuci.



A.        Survey lokasi

Pengenalan lokasi pekerjaan semakin detai akan semakin membantu dan berperan sangat besar dalam menghitung biaya , banyak faktor yang dapat memengaruhi biaya, baik iti menjadi mahal atau sebaliknya , beberapa hal yang diperlakukan dalam survey antara lain sebagai berikut :

1.  Lokasi bangunan apakah dipinggir jalan , masuk gang , di dalam kompleks atau lainnya.
2.  Jarak lokasi bangunan dengan jalan raya , apabila masuk gang dan jauh akan semakin meningkatkan cost , karena waktu tempuh yang diperlukan pekerja dalam mengangkat dan membawa material akan semakin lama.
3.  Material alam apakah ada atau perlu mendatangkan dari luar daerah , bahkan ada yang sampai luar pulau.
4.   Material pabrikan apakah tersedia di toko material sekitar lokasi atau mendatangkan dari   tempat lain.
5.   Kondisi tanah apakah daya dukungan bagus atau lembek
6.   Kontur tanah apakah rata , ber trap atau bahkan miring
7.   Kondisi cuaca harus diperhatikan karena akan berpengaruh pada jam efektif bekerja . potensi petir yang terjadi juga akan berpengaruh terhadap penangkal petir maupun pertahanan.
8.   Sarana bantu kerja seperti air apakah banyak ditemukan dilokasi kerja , demikian juga   keberadaan energy listrik , bahan bakar dan lain-lain.
9.   Kondisi social masyarakat setempat menyangkut jumlah hari libur dan jam kerja istirahat.
10. Kondisi alam sekitarnya , misalnya apakah masih ada binatang buas , binatang melata , atau hama perusak seperti rayap , jamur dan cacing
11.  Apakah ada kegiatan tradisional yang masih dilakukan masyarakat sekitar , termasuk pantangan menggunakan komponen bangunan tertentu misalnya penggunaan genteng tanah yang dihindari
12. Permasalahan aturan perundangan atau peraturan daerah yang harus diikuti , misalnya jarak GSB,GSS,GSI atau bahkan kondisi bentuk bangunan , bentuk atap , material pelapis dinding , resapan ,septictank dan lain-lain.

Dari daftar permasalahan diatas diperlukan solusi , antisipasi , atau bahkan penanggulangan , baik secara sesat maupun jangka panjang.

B.        Membaca gambar

Kebutuhan minimal gambar adalah untuk kelengkapan administrasi dalam pengurusan IMB , antara lain terdiri atas gambar lokasi , gambar denah , gambar tampak , gambar potongan dan gambar kontruksi (apabila bertingkat) yang masing – masing dapat diuraikan ;

1.Gambar denah


  Keinginan yang dibayangkan untuk tata ruangan dibuat dalam bentuk gambar denah. Pada gambar denah dibuat seolah-olah rumah dilihat dari atas sehingga akan tampak letak ruang A , ruang B , pintu masuk ataupun pintu keluar. Gambar denah rumah dibuat dalam skala 1:100 artinya setiap ukuran 1 meter bangunan dibuat pada gambar denah diatas kertas dengan ukuran 1 cm . pada gambar denah rumah tertera nama ruang , letak pintu , jendela ,bovenlight dan ukuran masing-masing ruang.

                Pada gambar perlu dicantumkan ketinggian elevasi lantai (tinggi – rendah lantai yang                       diinginkan ) .ketinggian elevasi ini pada  gambar denah ditulis dengan tanda +- 0,00 . apabila               suatu ruang pada denah diberi tanda + 0,00 maka lantai ruangan tersebut merupakan awal                   pengukuran ketinggian. Apabila ruang lai akan dibuat lebih tinggi atau lebih rendah maka                   tanda (+) plus (-) minus . sebagi contoh ruang tamu diberi ketinggian + 0,00 apabila kamar                   mandi akan dibuat lebih rendah 10 cm dari ruang tamu maka penulisannya adalah – 10 pada               gambar untuk KM/WC , sementara bila dapur yang akan dibuat lebih tinggi 20 cm dari                         ruang   tamu maka pada gambar denah untuk didapur ditulis +20.

               Ukuran lain yang ada pada denah adalah ukuran panjang . ukuran ini tidak diletakan pada                   bagian dalam gambar denah , melainkan di luar gambar . enulisan ukuran panjang ini harus                 dioerhatikan karena dapat membuat kesalahan pembacaan . umunya sebagai penanda adalah               garis lurus dengan pemberian batas – batas sesuai ukuran yang dimaksud.. agar lebih jelas ,                 angka ukuran panjangnya diletakan tepat ditengah – tengah garis tersebut.
                 Gambar denah yang dibuat bukan saja hanya untuk keseluruhan bangunan rumah ,                           melainkan juga dapat dibuat untuk setiap bagian atau elemen bengunan. Memang gambar –                 gambar ini tidak harus disiapkan , namun untuk tujuan kemudahan dalam pelaksanaan                         pekerjaan pembangunan rumah nantinya, sebaiknya gambar-gambar denah antara lain atap                   ,pondasi , pembesian kolom , balokdan sebagianya. Dari gambar denah rumah dapat dihitung               antara lain:

                     - Volume galian tanah ( diukur panjangnya)
                     - Volume pondasi pasangan batu belah (diukur panjangnya)
                     - Volume sloof beton (diukur panjangnya)
                     - Volume kolom beton atau tiang kayu (dihitung jumlahnya)
                     - Volume pasangan bata (dihitung panjangnya)
f.                  - Jumlah pintu , jendela , angin-angin dan aksesorisnya
                    - Luas lantai dan plafon
                    - Jumlah peralatan sanitari (kloset , wastafel , bak kamar mandi , kran dan lain-lain)

        2. Gambar tampak




Gambar tampak adalh gambar mengenai tampak rumah yang diharapkan setelah dibangun bisa dilihat dari depan , dari samping dan dari belakang . selain itu ,denah pun dapat dibuat untuk recana pasangan dinding sehingga akan tampak jelas teknis pemasangannya . dengan gambar tampak akan terlihat jelas bentuk pintu , bentuk jendela , bentuk atap , ketinggian bangunan , posisi angin-angin(roster) dan lain-lain.
Seperti halnya gambar denah , gambar tampak pun dibuat dengan skala 1:100 , adanya skala pada gambar akan dapat dihitung ketiggian bangunan , luas bidang dinding , luas bidang plesteran , luas bidang pengecatan , pajang lisplang, nok genteng, luas atap , luas jendel , luas pintu , jumlah pintu dan jendela dan lain-lain. Untuk pengecatan dinding plesteran , luas bidangnya harus dikurangi dengan luas bidang pintu , luas bidang jendela dan luas angin-angin (roster)

3. Gambar potongan



  Gambar potongan menggambarkan bangunan berdiri atau dilihat seolah-olah dipotong sesuai   dengan ketinggian . tujuan gambar ini agar dapat tergambarkan bagian dalam bangunanan yang   tidak   dapat dilihat  dari tampak luar . gambar potongan ini dapat memperlihatkan ketinggian     bangunan , bentuk atap , kusen , jendela dan lain-lain. Dengan gambar potongan bangunan tersebut   akan dapat dihitung :
1      - Luas dinding bagian dalam , ermasuk plesteran dan cat
2      -  Luas dan macam pintu seta jendela
3      -  Panjang kebutuhan kayu kuda-kuda
4      -  Ketinggian bangunan
5      - Dan lain sebagainya

4 . Gambar kontruksi


 Ganbar kontruksi merupaka gambar pekerjaan kontruksi , diantaranya kontruksi beton , kontruksi kayu , kontruksi baja , kontruksi atap dan lain-lain. Gambar kontruksi ini pun berskala 1:100 dengan detail lebih besar , yaitu 1:10 atau 1:20. Adanya gambar kontruksi ini akan dapat dihitung jumlah jenis kuda-kuda , ukuran dan jumlah beton kolom , ukuran dan jumlah beton sloov , ukuran dan jumlah beton ringbalk dan sebagainya.

5.  Gambar detail


Gambar yang dibuat dengan skala 1:10 atau 1:20 , yang tujuannya untuk menunjukan lebih jelas tentang hal-hal yang perlu ditonjolkan atau difokuskan agar tidak salah pengerjaannya

6.  Gambar instalasi listrik






Gambar instalasi listrik menggambarkan jaringan kabel – kabel listrik atau jaringan pipa listrik pada bangunan berikut pembagian groupnya. Dengan adanya gambar instalasi listrik dapat dihitung jumlah dan jenis saklar , jumlah stop kontak , panjang kabel , jumlah fiting lampu dan sebagainya.

7.   Gambar instalasi pipa air

Gambar instalasi pipa air menggambarkan jaringan pipa air bersih maupun pipa air kotor berikut pembagan groupnya. Dari gambar denah perpipaan tersebut dapat dihitung panjang pipa untuk air bersih ,panjang pipa untuk air kotor , ukuran pipa air bersih dan air kotor , jumah sambungan pipa berbentuk L dan T , jumlah dan ukuran kran air , serta jumlah lem pipa.

8.        Gambar alat-alat sanitair

Menggambarkan bentuk atau model semua peralatan sanitair yang digunakan untuk pembuatan rumah. Adanya gambar alat-alat sanitair ini diharapkan tidak akan terjadi kesalahan penyiapan alat sanitair . termasuk dalam alat-alat sanitair ini antara lain bak mandi,kloset , urinoir , kran air , kitchen zink , septictank ,wastafel dan sebagainya 

No comments:

Post a Comment